Hipotesis protoplanet

 


Hipotesis protoplanet

Teori Awan Debu (Teori Proto Planet) 

Teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari gumpalan awan gas dan debu (hidrogen dan helium). 

Penemu teori ini adalah Menurut Carl Von Weizsaecker dan G.P Kuiper, yang juga mengatakan bahwa tata surya terbentuk bersamaan dengan adanya gumpalan awan dan debu yang berputar dan terjadi pemadatan. 

Akibatnya, terbentuk piringan cakram yang tebal di pusat dan tipis di bagian pinggir. Bagian pusat kemudian membentuk matahari dan pinggirnya membentuk proto planet.

Untuk memudahkan pemahaman siswa, guru bisa memberi penjelasan kalau teori awan debu ini seperti bola salju yang bergerak melalui badai salju, yang tumbuh lebih besar saat bertemu lebih banyak kepingan salju. 

Dalam hal ini, bola salju berperan sebagai gumpalan awan gas dan kepingan salju adalah debu. 

Perbedaan Teori Pembentukan Tata Surya Nebula dan Awan Debu

Kalau diperhatikan, Teori Nebula dan Awan Debu punya kemiripan yaitu tata surya terjadi karena adanya rotasi. Nah, di mana letak perbedaannya?

Teori Nebula Kant menyatakan kabut gas berotasi lambat yang menyebabkan terbentuknya inti. Pada Teori Nebula Laplace, kabut gas berotasi dengan cepat sehingga materi terlempar keluar. 

Sementara menurut Teori Awan Debu, terdapat awan yang kemudian menarik debu ke dalam saat rotasi dan pemadatan. Hal itu mengakibatkan adanya cakram tebal berada di pusat dan tipis di tepinya. 

Teori ini dikemukakan oleh Carl Van Weizsaecker, G.P. Kuipper dan Subrahmanyan Chandarasekar. Menurut teori protoplanet, di sekitar matahari terdapat kabut gas yang membentuk gumpalan-gumpalan yang secara evolusi berangsur-angsur menjadi gumpalan padat. Gumpalan kabut gas tersebut dinamakan protoplanet.[butuh rujukan]

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.